Ayat ke-13 ini adalah inti dari sumpah yang Allah sampaikan pada dua ayat sebelumnya (ayat 11 dan 12) demi langit dan bumi. Setelah bersumpah dengan ciptaan-Nya yang agung, Allah menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah firman yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
1. Penegasan Al-Qur'an (إِنَّهُ لَقَوْلٌ)
Kalimat "innahu laqawl" (إِنَّهُ لَقَوْلٌ) adalah penegasan yang sangat kuat. Kata "innah" (sesungguhnya) dan "la" (sungguh) adalah partikel penegas yang menunjukkan bahwa pernyataan ini mutlak benar. "Hu" (nya) merujuk kembali pada Al-Qur'an, meskipun namanya tidak disebutkan secara eksplisit. Ini adalah cara Al-Qur'an menunjuk dirinya sendiri sebagai kebenaran yang tak terbantahkan.
2. Perkataan yang Memisahkan (فَصْلٌ)
Kata "faṣl" (فَصْلٌ) berasal dari kata dasar yang berarti "memisahkan" atau "memutuskan". Dalam konteks ini, kata tersebut memiliki beberapa makna penting:
-
Memisahkan antara Hak dan Batil: Ini adalah makna utama. Al-Qur'an berfungsi sebagai standar mutlak yang membedakan antara kebenaran (hak) dan kebatilan (batil). Ia memisahkan antara keimanan dan kekafiran, kebaikan dan kejahatan, serta petunjuk dan kesesatan. Tidak ada ambiguitas di dalamnya; ia menetapkan batas-batas yang jelas.
-
Keputusan yang Final: Makna lain dari "faṣl" adalah keputusan yang final atau mutlak. Al-Qur'an bukanlah perkataan main-main atau sekadar cerita. Setiap perintah, larangan, janji, dan ancamannya adalah keputusan yang pasti dan tidak dapat diubah.
-
Penjelasan yang Gamblang: Beberapa mufasir juga mengartikan "faṣl" sebagai penjelasan yang gamblang dan terperinci. Al-Qur'an memisahkan dan merinci hukum-hukum, kisah-kisah, dan ajaran-ajaran dengan cara yang jelas, sehingga tidak ada keraguan bagi orang yang berakal.
Kaitan dengan Ayat Sebelumnya
Sumpah Allah demi langit yang mengembalikan hujan (ayat 11) dan bumi yang memiliki retakan (ayat 12) berfungsi sebagai bukti nyata untuk mendukung klaim yang dibuat dalam ayat ini.
-
Sumpah demi Keajaiban Alam: Sumpah Allah demi siklus air yang luar biasa dan proses pertumbuhan tanaman dari tanah adalah bukti kekuasaan Allah. Allah yang mampu menciptakan dan mengelola alam semesta dengan ketepatan yang menakjubkan, tentu juga mampu menurunkan firman yang sempurna dan mutlak benarnya.
-
Logika yang Sederhana: Jika kalian menyaksikan bagaimana air yang kembali menghidupkan bumi yang mati, dan bagaimana bumi yang retak menumbuhkan tanaman yang hidup, maka yakinilah bahwa firman yang datang dari Pencipta semua itu adalah kebenaran yang memisahkan kebaikan dari keburukan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Surah At-Tariq ayat 13 adalah pilar utama dari surah ini. Ia menyatakan dengan tegas dan kuat bahwa Al-Qur'an bukanlah perkataan biasa, melainkan firman Allah yang memiliki otoritas mutlak. Ia adalah kriteria utama yang membedakan kebenaran dari kesalahan, dan petunjuk yang tidak mungkin salah. Ayat ini menegaskan kembali betapa pentingnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi setiap Muslim.