Ayat ini adalah penutup dari Surah At-Tariq. Ayat ini adalah perintah dan nasihat dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslimin untuk bersikap tenang dan sabar dalam menghadapi tipu daya orang-orang kafir.
1. Perintah untuk Bersabar (فَمَهِّلِ)
Kata "famahhil" (فَمَهِّلِ) adalah perintah dari Allah yang berarti "berilah tenggang waktu" atau "berilah penangguhan." Perintah ini ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW secara khusus, dan juga kepada kaum Muslimin secara umum. Ayat ini mengingatkan Nabi agar tidak terburu-buru dalam menghadapi para penentangnya. Meskipun mereka berbuat makar, Allah memerintahkan untuk bersabar dan menangguhkan balasan.
2. Penegasan Perintah (أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا)
-
"Amhilhum" (أَمْهِلْهُمْ): Ini adalah penegasan kembali dari perintah sebelumnya, yang berarti "tunda (tindakan) mereka." Ini menunjukkan betapa pentingnya kesabaran dalam menghadapi musuh-musuh Islam.
-
"Ruwaidā" (رُوَيْدًا): Kata ini berarti "sebentar," "sedikit demi sedikit," atau "perlahan-lahan." Penambahan kata ini memberikan makna yang lebih lembut dan spesifik. Ini mengisyaratkan bahwa penangguhan ini tidak akan berlangsung selamanya. Waktunya sudah ditentukan oleh Allah, dan itu hanya sebentar.
Kaitan dengan Ayat-Ayat Sebelumnya
Ayat 17 ini adalah kesimpulan dari seluruh surah, terutama dari bagian akhir yang membahas makar orang-orang kafir dan balasan dari Allah.
-
Kewaspadaan vs. Kepasrahan: Setelah Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui dan akan membalas tipu daya orang-orang kafir (ayat 15-16), ayat ini memberikan arahan praktis kepada Nabi dan kaum Muslimin. Mereka tidak perlu membalas makar dengan kekerasan, karena Allah yang akan mengurusnya. Tugas mereka adalah bersabar dan menanti janji Allah.
-
Jaminan Kemenangan: Ayat ini secara tidak langsung menjanjikan kemenangan bagi kaum Muslimin. Meskipun mereka harus menunggu sebentar, hasil akhirnya sudah pasti. Tipu daya orang-orang kafir akan gagal, dan kebenaran akan menang.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Surah At-Tariq ayat 17 adalah nasihat dan perintah untuk bersabar dan tawakal kepada Allah. Ayat ini mengajarkan bahwa dalam menghadapi musuh-musuh kebenaran, kaum Muslimin tidak perlu panik atau terburu-buru. Cukuplah mereka menyerahkan urusan pembalasan kepada Allah, karena Dia memiliki rencana yang sempurna. Waktu balasan itu akan datang, dan itu tidak akan lama. Ini adalah janji yang memberikan kekuatan, ketenangan, dan keyakinan bagi setiap orang beriman yang menghadapi kesulitan dan tantangan dalam menyebarkan kebenaran.