Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Jika bapak-bapak kamu, anak-anak kamu, saudara-saudara kamu, istri-istri kamu, kaum kerabat kamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
Prof. HAMKA: Katakanlah, “Jika adalah bapak-bapak kamu dan anak-anak kamu saudara-saudara kamu dan istri-istri kamu dan kaum keluarga kamu dan harta benda yang kamu dapati, dan perniagaan yang kamu takuti akan mundurnya dan tempat-tempat kediaman yang kamu sukai, lebih tercinta kepada kamu daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad pada jalan-Nya. Maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan ketentuan-Nya. Dan Allah tidaklah akan memberikan petunjuk kepada kaum yang fasik.
TAFSIR AL-MAHFUZH
*) Tafsir Al-Mahfuzh ini merujuk kepada kitab tafsir utama (tersedia 32 tafsir).