Rumah Fiqih Indonesia
Jilid : 19 Juz : 10 | At-Taubah : 7
At-Taubah 9 : 7
Mushaf Madinah | hal. 188 | Mushaf Kemenag RI

كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Bagaimana mungkin ada perjanjian (damai) untuk orang-orang musyrik di sisi Allah dan Rasul-Nya, kecuali untuk orang-orang yang kamu telah membuat perjanjian (Hudaibiah) dengan mereka di dekat Masjidilharam? Selama mereka berlaku lurus terhadapmu, berlaku luruslah pula kamu terhadap mereka. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.
Prof. Quraish Shihab: Bagaimana (mungkin) ada perjanjian (damai) di sisi Allah dan di sisi Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) untuk orang-orang musyrik? (Perjanjian tidak dapat dilanjutkan) kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (Hudaibiyah dengan mereka) di dekat Masjid al-Haram, maka selama mereka berlaku lurus terhadap kamu (dalam perjanjian itu), hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
Prof. HAMKA: Bagaimana akan ada bagi orang-orang musyrikin itu satu janji di sisi Allah dan Rasul-Nya? Kecuali orang-orang yang telah kamu ikat janji dengan mereka di Masjidil Haram. Maka selama mereka masih berlaku lurus kepada kamu, maka hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah amat suka kepada orang-orang yang bertakwa.

TAFSIR AL-MAHFUZH REFERENSI KITAB TAFSIR
🔐