| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mereka berkata menurut anggapan mereka, “Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki. Ada pula hewan yang diharamkan punggungnya (tidak boleh ditunggangi) dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah.” (Hal itu) sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan (selain kesesatan yang lalu), mereka (juga) mengatakan: “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang, tidak boleh (ada yang) memakannya, kecuali siapa yang kami kehendaki (yaitu, para pelayan berhala),” menurut anggapan mereka (yang keliru). Dan (ada) binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah atasnya (sewaktu mereka sembelih, atau mereka kendarai untuk melaksanakan haji sambil mengumandangkan nama berhala-berhala mereka, bukan nama Allah swt.). (Ucapan itu) semata-mata kedustaan terhadap-Nya. Kelak Dia membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan. |
| HAMKA : Dan, mereka berkata, “Ini adalah binatang-binatang ternak dan ladang larangan yang seorang pun tidak boleh memakannya kecuali siapa-siapa yang kami kehendaki,” menurut pendakwaan dan beberapa binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan beberapa binatang ternak yang tidak disebut nama Allah (ketika menyembelihnya) karena mengada-adakan atasnya. Maka Dia akan membalas kepada mereka dari apa yang telah mereka ada-adakan itu. |
| 3. Tafsir وَقَالُوا هَٰذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَا يَطْعَمُهَا إِلَّا مَنْ نَشَاءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَامٌ لَا يَذْكُرُونَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا افْتِرَاءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِمْ بِمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mereka juga berkata, “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami dan haram bagi istri-istri kami.” Jika (yang ada di dalam perut itu dilahirkan dalam keadaan) mati, semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas ketetapan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan mereka mengatakan: “Apa yang dalam perut binatang ternak ini (janin dan atau susunya) adalah khusus untuk laki-laki kami dan diharamkan atas pasangan-pasangan kami (wanita),” dan jika ia (yang dalam perut itu dilahirkan dalam keadaan) mati, maka mereka (laki-laki dan wanita) bersekutu (untuk makan anak binatang yang lahir mati itu atau minum susunya). Kelak Allah membalas mereka atas penyifatan mereka itu (bahwa ini halal dan ini haram). Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui. |
| HAMKA : Dan, mereka berkata, “Apa yang ada di dalam perut binatang-binatang ternak ini adalah halal untuk laki-laki kami dan diharamkan untuk istri-istri kami.” Dan jika kandungan binatang-binatang itu mati maka mereka bersekutu padanya. Allah akan membalas kepada mereka tentang aturan yang mereka sifatkan itu. Sesungguhnya Dia adalah Mahabijaksana lagi Mengetahui. |
| 3. Tafsir وَقَالُوا مَا فِي بُطُونِ هَٰذِهِ الْأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰ أَزْوَاجِنَا ۖ وَإِنْ يَكُنْ مَيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاءُ ۚ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sungguh rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan (semata-mata) membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk. |
| Prof. Quraish Shihab : Sungguh, telah merugi orang-orang yang telah membunuh anak-anak mereka karena kebodohan, lagi tanpa pengetahuan, dan mereka mengharamkan rezeki yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka (antara lain berupa binatang dan tanaman) semata-mata mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan bukanlah mereka orang-orang yang mendapat petunjuk. |
| HAMKA : Sesungguhnya telah rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena pandir dan tidak mempunyai pengetahuan dan telah mereka haramkan apa yang telah dihalalkan Allah kepada mereka, semata-mata karena dibuat-buat saja dusta atas nama Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat, dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. |
| 3. Tafsir قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Dialah yang menumbuhkan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, serta zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya. Akan tetapi, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung (yang disanggah tiang) dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (dalam bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (aroma dan kegunaannya). Makanlah sebagian buahnya bila ia berbuah, dan tunaikanlah (dari sebagian yang lain) haknya di hari memetik (hasilnya) dan janganlah kamu berlebih-lebihan (dalam segala hal). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. |
| HAMKA : Dan Dialah yang telah menimbulkan kebun-kebun yang dijunjungkan dan yang bukan dijunjungkan, dan pohon kurma, tumbuh-tumbuhan yang berlainan rasanya dan zaitun, dan delima yang bersamaan dan yang bukan bersamaan. “Maka makanlah dari buahnya apabila dia berbuah dan keluarkanlah haknya di hari pengenatannya dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang-orang yang berlebih-lebihan.” |
| 3. Tafsir وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu. Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagimu. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan dari (jenis) binatang ternak itu (ada yang) Dia jadikan untukmu sebagian pengangkutan dan sebagian untuk dimakan. |
| HAMKA : Dan dari binatang-binatang ternak itu ada pengangkut dan (ada) sembelihan. “Makanlah dari apa yang telah dikaruniakan kepada kamu oleh Allah dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia terhadap kamu adalah musuh yang nyata.” |
| 3. Tafsir وَمِنَ الْأَنْعَامِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ |