| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Maka, jika mereka mendustakanmu, katakanlah, “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas dan siksa-Nya tidak dapat dielakkan dari orang-orang yang berdosa.” |
| Prof. Quraish Shihab : Maka jika mereka mendustakanmu, maka katakanlah: 'Tuhan kamu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak terhadap kaum para pendurhaka: " |
| HAMKA : Maka, jika mereka mendustakan engkau, katakanlah, “Tuhan kamu adalah mempunyai rahmat yang luas dan tidaklah dapat ditolak siksaan-Nya daripada kaum yang berbuat dosa.” |
| 3. Tafsir فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ رَبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Orang-orang musyrik akan berkata, “Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.” Seperti itu pula orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu mempunyai dalil yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka dan kamu hanya mengira-ngira.” |
| Prof. Quraish Shihab : Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: 'Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan ( demikian juga) bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu apa pun. " Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: "Apakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanya mengira-ngira. |
| HAMKA : Akan berkata orang-orang yang mempersekutukan itu, “Jika Allah menghendaki, niscaya tidaklah kami akan mempersekutukan, tidak (pula) bapak-bapak kami, dan tidak kami akan mengharamkan apa-apa.” Seperti itu pulalah telah mendustakan orang-orang yang sebelum mereka sehingga mereka merasakan siksaan Kami. Tanyakanlah, “Adakah pada kamu suatu ilmu yang bisa kamu keluarkan kepada Kami?” Tidak ada yang kamu ikuti kecuali sangka-sangka dan tidaklah kamu ini melainkan berdusta semua. |
| 3. Tafsir سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتَّىٰ ذَاقُوا بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا ۖ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Hanya milik Allahlah dalil yang kuat. Maka, kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “(Jika kamu berkata demikian), maka Allah memiliki hujjah (bukti pembenaran) (atas kebohongan kamu) yang sangat jelas, sebab jika seandainya Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semua (tetapi Allah swt. tidak berkehendak demikian, karena Dia berkehendak untuk memberi kebebasan memilih kepada manusia).” |
| HAMKA : Katakanlah, “Maka pada Allah-lah alasan yang kuat. Maka kalau Dia kehendaki, niscaya diberi-Nya petunjuklah kamu sekalian.” |
| 3. Tafsir قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ ۖ فَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini.” Jika mereka memberi kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberi kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan mempersekutukan Tuhan. |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hadirkanlah para saksi kamu yang dapat memberikan kesaksian bahwa Allah telah mengharamkan ini.” Jika mereka memberikan kesaksian, maka janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) memberi kesaksian bersama mereka; dan jangan (pula) engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada (kehidupan) akhirat, sedangkan mereka menyekutukan (sesuatu) dengan Tuhan Pemelihara mereka. |
| HAMKA : Katakanlah, “Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang akan menyaksikan bahwa Allah telah mengharamkan ini.” Tetapi, jika mereka telah menyaksikan maka janganlah engkau menjadi saksi bersama mereka dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat itu, sedang mereka terhadap Tuhan mereka adalah mempersekutukan. |
| 3. Tafsir قُلْ هَلُمَّ شُهَدَاءَكُمُ الَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ اللَّهَ حَرَّمَ هَٰذَا ۖ فَإِنْ شَهِدُوا فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ ۚ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَهُمْ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kemarilah! Aku akan membacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu, (yaitu) janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, dan janganlah membunuh anak-anakmu karena kemiskinan. (Tuhanmu berfirman,) ‘Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.’ Janganlah pula kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar. ) Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengerti. |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah: “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu: janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat dan musafir; dan janganlah kamu memboroskan harta dengan boros yang berlebihan. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” |
| HAMKA : Katakanlah, “Kemarilah supaya aku bacakan apa yang diharamkan oleh Tuhan kamu kepada kamu. (Yaitu) bahwa janganlah kamu mempersekutukan dengan Dia sesuatu pun dan dengan kedua ibu-bapak hendaklah berbuat baik dan janganlah kamu bunuh anak-anak kamu karena kepapaan. Kamilah yang memberi rezeki kamu dan kepada mereka. Dan jangan kamu dekati segala kejahian yang zahir daripadanya dan yang batin dan jangan kamu bunuh suatu jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak. Demikian itulah Dia wasiatkan kepada kamu supaya kamu mengerti.” |
| 3. Tafsir قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ |