| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. |
| Prof. Quraish Shihab : Hai anak-cucu Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah setiap (memasuki dan berada di) masjid, dan makan serta minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (dalam segala hal). |
| HAMKA : “Wahai anak-anak Adam, pakailah perhiasan kamu pada tiap-tiap masjid dan makanlah kamu dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan.” |
| 3. Tafsir يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan (dari) Allah yang telah Dia sediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, ‘Semua itu adalah untuk orang-orang yang beriman (dan juga tidak beriman) dalam kehidupan dunia, (tetapi ia akan menjadi) khusus (untuk mereka yang beriman saja) pada hari Kiamat.’” Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu kepada kaum yang mengetahui. |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah Dia keluarkan untuk para hamba-Nya dan (siapa pula yang mengharamkan) yang baik-baik dari rezeki?” Katakanlah: “Ia adalah untuk orang-orang yang beriman (dan juga yang tidak beriman) di kehidupan dunia, (tetapi ia akan menjadi) khusus (untuk mereka yang beriman saja) pada Hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat (ketetapan-ketetapan hukum atau bukti-bukti kekuasaan Kami) kepada kaum yang mengetahui. |
| HAMKA : Katakanlah, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan yang baik-baik dari karunia-Nya?” Katakanlah, “Dia adalah untuk orang-orang yang beriman di dalam hidup di dunia dan khusus (untuk mereka) di hari Kiamat. Demikianlah, Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mau mengetahui.” |
| 3. Tafsir قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang tampak dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, dan perbuatan melampaui batas tanpa alasan yang benar. (Dia juga mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan bukti pembenaran untuk itu dan (mengharamkan) kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya Tuhan Pemeliharaku hanya mengharamkan perbuatan-perbuatan yang keji; (baik) yang tampak dan yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, pelampauan batas tanpa (alasan yang) benar, dan (Dia mengharamkan) kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan hujjah (bukti pembenaran) untuk itu dan (mengharamkan pula) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” |
| HAMKA : Katakanlah, “Sesungguhnya yang diharamkan oleh Tuhanku hanyalah kejahatan-kejahatan, yang nyata dan yang tersembunyi dan dosa dan keaniayaan dengan tidak benar dan bahwa kamu persekutukan dengan Allah sesuatu yang tidak Dia turunkan keterangannya dan bahwa kamu katakan atas (nama) Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui.” |
| 3. Tafsir قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan setiap umat mempunyai ajal (mengenai umur dan jatuhnya sanksi); maka apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat mengundurkan barang sesaat pun dan tidak (pula) memajukan-(nya). |
| HAMKA : Dan bagi tiap-tiap umat ada ajalnya. Maka apabila datang ajal mereka, tidaklah dapat mereka dimundurkan satu saat pun dan tidak dapat mereka minta dimajukan. |
| 3. Tafsir وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Wahai anak cucu Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, siapa pun yang bertakwa dan melakukan perbaikan, tidak ada rasa takut menimpa mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. |
| Prof. Quraish Shihab : Hai anak-cucu Adam! Jika datang kepada kamu para rasul dari kamu menyampaikan (dan menjelaskan) kepada kamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa bertakwa dan melakukan perbaikan, maka tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. |
| HAMKA : Wahai, anak-anak Adam! Jika datang kepada kamu rasul-rasul dari antara kamu sendiri yang menceritakan kepada kamu ayat-ayat Kami maka barangsiapa yang bertakwa dan berbuat perbaikan, tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita. |
| 3. Tafsir يَا بَنِي آدَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي ۙ فَمَنِ اتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. |
| HAMKA : Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan membesarkan diri terhadapnya, mereka itu adalah ahli-ahli neraka. Mereka di dalamnya akan kekal. |
| 3. Tafsir وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian (yang telah ditentukan) dari ketetapan Allah (di dunia) sehingga apabila datang kepada mereka para utusan (malaikat) Kami untuk mencabut nyawanya, mereka (para malaikat) berkata, “Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang-orang musyrik) menjawab, “Semuanya telah lenyap dari kami.” Mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir. |
| Prof. Quraish Shihab : Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian (yang telah ditentukan) dari ketetapan Allah (di dunia) sehingga apabila datang kepada mereka para utusan Kami untuk mewafatkan mereka, (di waktu itu) mereka (para utusan Kami) bertanya: “Dimana yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang-orang musyrik) menjawab: “Semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka menyaksikan atas diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang kafir. |
| HAMKA : Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kedustaan atas nama Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan dicapai oleh nasib mereka dari dalam Al-Kitab sehingga apabila datang kepada mereka utusan-utusan Kami, yang akan mewafatkan mereka, sambil bertanya, “Di manakah apa yang telah kamu seru selain dari Allah itu?” Mereka menjawab, “Mereka telah hilang daripada kami dan mereka pun menyaksikan atas diri mereka sendiri-sendiri bahwasanya mereka dahulunya memang telah kafir.” |
| 3. Tafsir فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۚ أُولَٰئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُمْ مِنَ الْكِتَابِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ |