< 85 | Halaman 86 | 87 >

[4] An-Nisa : 45 (وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَائِكُمْ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَلِيًّا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Allah lebih tahu (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (kamu).
Prof. Quraish Shihab :

Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang para musuh kamu. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung dan cukuplah .Allah sebagai Penolong.

HAMKA : Dan Allah lebih mengetahui siapa musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi Pelindung, dan cukuplah Allah menjadi Penolong.
3. Tafsir

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَائِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَلِيًّا وَكَفَىٰ بِاللَّهِ نَصِيرًا

[4] An-Nisa : 46 (مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Di antara orang-orang Yahudi ada yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, “Kami mendengar, tetapi kami membangkang.” (Mereka mengatakan pula,) “Dengarkanlah,” sedangkan (engkau Nabi Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. (Mereka mengatakan,) r?‘in? ) dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Seandainya mereka mengatakan, “Kami mendengar dan patuh. Dengarkanlah dan perhatikanlah kami,” tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat. Akan tetapi, Allah melaknat mereka karena kekufurannya. Mereka tidak beriman, kecuali sedikit sekali.
Prof. Quraish Shihab :

(Yaitu) orang-orang Yahudi; mereka  dan mereka berkata:"Kami mendengar, tetapi kami tidak menaati."  kami tidak mendengar” Dan mereka mengatakan: "Ra'ina" (perhatikan keadaan atau kemauan kami).” dengan memutar-muiar lidah mereka dan mencerca agama. Jika seandainya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan kami patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman, yang sangat tipis.

HAMKA : Di antara orang-orang Yahudi, ada yang mengubah kalimat-kalimat dari tempatnya, dan mereka berkata, "Kami mendengar tetapi kami mendurhakai," dan "Dengarlah!" dengan maksud yang tidak benar, serta "Raa'ina," dengan memutar-mutar lidah mereka dan mencela agama. Seandainya mereka berkata, "Kami mendengar dan kami taat, dengarlah, dan perhatikanlah kami," tentu itu lebih baik bagi mereka dan lebih lurus. Tetapi Allah telah mengutuk mereka karena kekufuran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali sedikit.
3. Tafsir

مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا لَيًّا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَٰكِنْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا

[4] An-Nisa : 47 (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آمِنُوا بِمَا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab, berimanlah pada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada padamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah(-mu), lalu Kami putar ke belakang (sebagai penghinaan) atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Ketetapan Allah (pasti) berlaku.
Prof. Quraish Shihab :

Hai orang-orang yang sudah diberi al-kitan! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Quran) yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah (kamu), lalu Kami putar ke belakang atau Kami melaknat mereka sebagaimana Kami telah melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. DAn adalah ketetapan Allah (pasti) berlalu. 

HAMKA : Wahai orang-orang yang telah diberi kitab! Berimanlah kepada apa yang telah Kami turunkan, yang membenarkan apa yang ada padamu, sebelum Kami menghapus wajah-wajah (mereka), lalu Kami balikkan ke belakang, atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang yang melanggar hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti terlaksana.
3. Tafsir

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰ أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

[4] An-Nisa : 48 (إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.
Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya (syirik), dan mengampuni dosa yang selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan ketetapan dan kebijaksanaan-Nya). Barangsiapa menyekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.
HAMKA : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni dosa yang selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
3. Tafsir

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

[4] An-Nisa : 49 (أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ )

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
Prof. Quraish Shihab : Tidakkah engkau melihat orang-orang yang menganggap diri mereka suci? Sebenarnya, Allah-lah yang menyucikan siapa yang Dia kehendaki. Mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.
HAMKA : Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap diri mereka suci? Sebenarnya Allah-lah yang menyucikan siapa yang Dia kehendaki, dan mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.
3. Tafsir

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ ۚ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

[4] An-Nisa : 50 (انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ )

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).
Prof. Quraish Shihab : Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah! Cukuplah perbuatan itu sebagai dosa yang nyata.
HAMKA : Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Cukuplah yang demikian itu sebagai dosa yang nyata.
3. Tafsir

انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَكَفَىٰ بِهِ إِثْمًا مُبِينًا

[4] An-Nisa : 51 (أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang (Yahudi) yang telah diberi bagian (pengetahuan) dari Kitab (Taurat), (betapa) mereka percaya kepada jibt dan tagut ) serta mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah) bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.
Prof. Quraish Shihab : Tidakkah engkau (wahai Nabi Muhammad SAW) memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab? Mereka percaya kepada sebagian Kitab dan kufur terhadap sebagian yang lain, dan mereka berkata kepada orang-orang kafir (kaum musyrik Mekkah), “Mereka (orang-orang kafir) itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.”
HAMKA : Tidakkah engkau melihat orang-orang yang telah diberi sebagian dari Kitab? Mereka mempercayai kesesatan dan penyelewengan, serta berkata tentang orang-orang kafir, "Mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman."
3. Tafsir

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا

< 85 | 86 | 87 >