< 84 | Halaman 85 | 86 >

[4] An-Nisa : 38 (وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Allah juga tidak menyukai) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada orang (lain) dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Akhir. Siapa yang menjadikan setan sebagai temannya, (ketahuilah bahwa) dia adalah seburuk-buruk teman.
Prof. Quraish Shihab : Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian. Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, maka ia (setan) adalah seburuk-buruk teman.
HAMKA : Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Barangsiapa yang setan menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.
3. Tafsir

وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

[4] An-Nisa : 39 (وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ آمَنُوا بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Apa ruginya bagi mereka seandainya mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir serta menginfakkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka? Allah adalah Maha Mengetahui (keadaan) mereka.
Prof. Quraish Shihab :

Apakah ruginya bagi mereka, jika seandainya mereka beriman ke-pada Allah dan Hari Kemudian dan menafkahkan sehagj.m rezeki yang relah dianugerahkan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui I keadaan) mereka.

HAMKA : Dan mengapakah mereka tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Allah Maha Mengetahui tentang mereka.
3. Tafsir

وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ آمَنُوا بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللَّهُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًا

[4] An-Nisa : 40 (إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ )

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi (seseorang) walaupun sebesar zarah. Jika (sesuatu yang sebesar zarah) itu berupa kebaikan, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.
Prof. Quraish Shihab :

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya (seseorang walaupun) sebesar zarrah,¹- dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, pasri Dia .ikan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang sangat besar dari sisi-Nya.

HAMKA : Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah. Dan jika ada kebaikan, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.
3. Tafsir

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

[4] An-Nisa : 41 (فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Bagaimanakah (keadaan manusia kelak pada hari Kiamat) jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi atas mereka?
Prof. Quraish Shihab :

Maka, bagaimanakah (aneka keadaan yang dialami nrang-nrang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad sawi) sebagai saksi aras mereka itu?

HAMKA : Maka bagaimanakah (keadaan mereka kelak), apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat, dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka?
3. Tafsir

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا

[4] An-Nisa : 42 (يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَعَصَوُا الرَّسُولَ لَوْ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Pada hari itu orang-orang yang kufur dan mendurhakai Rasul (Nabi Muhammad) berharap seandainya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan suatu kejadian pun dari Allah.
Prof. Quraish Shihab :

Pada hari itu orang-orang kafir dan urang-orang yang mendurhakai rasul. ingin jika seandainya mereka disamaratakan dengan ranah (karena midu dan takut), dan mereka tidak dapat menyembunyikan suatu kejadian pun dari Allah.

HAMKA : Pada hari itu, orang-orang yang kafir dan mendurhakai Rasul ingin sekali jika mereka disamakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan dari Allah suatu perkataan pun.
3. Tafsir

يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَعَصَوُا الرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ الْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا

[4] An-Nisa : 43 (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati salat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub). Jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, ) sedangkan kamu tidak mendapati air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajah dan tanganmu (dengan debu itu). Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
Prof. Quraish Shihab :

Hai orang orang yang beiimou! Janganlah kamu mendekati shalat sedangkan kamu dalam keadaan mabuk, (tetapi shalatlah dengan khusyuk dan penuh kesadaran) sehingga kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan, dan tidak juga (dibenarkan bagi) kamu (menghampiri masjid) dalam keadaan junub’ terkecuali sekadar berlalu (saja), hingga kamu mandi. Duli jika kamu sakit atau dalam per jalanan atau salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang ah atau kamu telah menyentuh perempuan,¹ ’’ lalu kamu tidak mendapati air. maka bertayaminumlah¹ dengan tanah yang baik (suci); maka sapulah wajah kamu dan tangan kamu. Sesungguhnya   Allah adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.

HAMKA : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Dan jangan (pula mendekati salat) dalam keadaan junub, kecuali sekadar lewat saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan, atau datang dari tempat buang air, atau kamu menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bersih; sapulah wajahmu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
3. Tafsir

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

[4] An-Nisa : 44 (أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah diberi bagian (pengetahuan) dari Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan menghendaki agar kamu tersesat dari jalan (yang benar).
Prof. Quraish Shihab :

Tidakkah kamu memperhatikan uratig-urarig (Yahudi) yang telah diberi bagian dan al-Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesalan dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat dari jalan (yang benar).

HAMKA : Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi sebagian dari Kitab? Mereka membeli kesesatan dan menginginkan agar kamu tersesat dari jalan yang benar.
3. Tafsir

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يَشْتَرُونَ الضَّلَالَةَ وَيُرِيدُونَ أَنْ تَضِلُّوا السَّبِيلَ

< 84 | 85 | 86 >