< 98 | Halaman 99 | 100 >

[4] An-Nisa : 128 (وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz ) atau bersikap tidak acuh, keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya. ) Perdamaian itu lebih baik (bagi mereka), walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. ) Jika kamu berbuat kebaikan dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tidak acuh) sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Prof. Quraish Shihab : Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz (keangkuhan suami yang mengakibatkannya meremehkan istri dan menghalang-halangi hak-haknya) atau sikap berpaling (yakni sikap tidak acuh) dari suaminya (sehingga si istri merasa tidak mendapatkan sikap ramah yang dikhawatirkan dapat mengantar pada perceraian), maka tidak ada dosa bagi keduanya mengadakan perdamaian antar keduanya yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik, walaupun kekikiran selalu dihadirkan dalam jiwa (manusia). Dan jika kamu berbuat ihsan (memperlakukan orang lain lebih baik dari perlakuannya terhadap diri sendiri) dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah adalah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA : Dan jika seorang perempuan takut akan timbulnya kebencian atau perpalangan dari suaminya, maka tidaklah mengapa bagi mereka untuk berdamai di antara keduanya dengan suatu perdamaian. Dan perdamaian itu adalah jalan yang baik. Padahal jiwa-jiwa itu cenderung pada kedegilan. Dan jika kamu berbuat baik dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.
3. Tafsir

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

[4] An-Nisa : 129 (وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(-mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Oleh karena itu, janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Jika kamu mengadakan islah (perbaikan) dan memelihara diri (dari kecurangan), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Prof. Quraish Shihab : Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada salah satu istri) sehingga kamu biarkan (istrimu) yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan ishlah (perbaikan) dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA : Dan sekali-kali tidaklah kamu akan sanggup berlaku adil antara perempuan-perempuan, bagaimanapun kamu berusaha. Sebab itu, janganlah kamu terlalu condong, sehingga kamu biarkan dia seperti tergantung. Dan jika kamu berbuat damai dan menjaga takwa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
3. Tafsir

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

[4] An-Nisa : 130 (وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Jika keduanya bercerai, Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari keluasan (karunia)-Nya. Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.
Prof. Quraish Shihab : Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari keluasan (karunia)-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA : Dan jika keduanya bercerai, Allah akan mencukupkan bagi masing-masing dari Kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas, lagi Maha Bijaksana.
3. Tafsir

وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ وَاسِعًا حَكِيمًا

[4] An-Nisa : 131 (وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Sungguh, Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu (umat Islam) agar bertakwa kepada Allah. Akan tetapi, jika kamu kufur, maka sesungguhnya hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Prof. Quraish Shihab : Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami), sungguh Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu (umat Islam); bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka sesungguhnya milik Allah apa yang di langit dan yang di bumi dan Allah adalah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.
HAMKA : Dan bagi Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami pesankan kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dari sebelum kamu dan kepada kamu juga, supaya bertakwalah kamu kepada Allah. Tetapi jika kamu kufur, maka sesungguhnya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah itu Mahakaya, lagi Maha Terpuji.
3. Tafsir

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا

[4] An-Nisa : 132 (وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pemelihara.
Prof. Quraish Shihab : Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
HAMKA : Dan bagi Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi, dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.
3. Tafsir

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

[4] An-Nisa : 133 (إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu semua wahai manusia, dan Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
Prof. Quraish Shihab : Jika Dia menghendaki, pasti Dia memusnahkan kamu hai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain. Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
HAMKA : Jika Dia kehendaki, niscaya Dia habiskan kamu wahai manusia dan akan didatangkan-Nya dengan yang lain. Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu Menentukan.
3. Tafsir

إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًا

[4] An-Nisa : 134 (مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Siapa yang menghendaki pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Prof. Quraish Shihab : Barang siapa menghendaki pahala (di) dunia (saja), maka di sisi Allah ada pahala (di) dunia dan akhirat. Dan adalah Allah Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.
HAMKA : Barangsiapa yang menginginkan pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah itu Mendengar, lagi Melihat.
3. Tafsir

مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

< 98 | 99 | 100 >