| ◀ | Jilid : 5 Juz : 3 | Al-Baqarah : 262 | ▶ |
| TAFSIR AL-MAHFUZH |
Ayat ke-262 ini tentunya masih merupakan lanjutan yang tidak terpisahkan dari ayat sebelumnya.
Kalau pada ayat sebelumnya mereka yang berinfaq di jalan Allah telah dijanjikan dengan mendapat hasil yang dikali lipat sampai tujuh ratus kali, maka di dalam ayat ini orang-orang yang berinfaq untuk kepetingan perang di jalan Allah juga diberikan pahala khusus dari sisi Allah.
Kemudian kepada mereka diberikan janji bahwa mereka tidak akan merasakan takut dan tidak akan bersedih nanti di hari kiamat.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Penggalan ayat ini benar-benar pengulangan dari ayat sebelumnya, yaitu orang-orang yang telah menginfaqkan hartanya di jalan Allah.
Timbul pertanyaan, apa hikmah di balik pengulangan teks yang nyaris sama persis dengan ayat sebelumnya?
Jawabannya tentu saja adalah karena kemulian kedudukan mereka, sehingga disebut-sebut hingga dua kali. Tidak cukup rasanya kalau hanya disebut dengan sekali saja, harus dua kali disebutkan.
Namun ada juga yang mengatakan ada pengulangan karena objek infaqnya berbeda. Untuk ayat ke-262 ini infaq di jalan Allah adalah membiayai perang bagi orang lain, sedangkan pada ayat sebelumnya yaitu ayat ke-261 adalah berinfaq bagi dirinya sendiri untuk berjihad di jalan Allah.
لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ
Lafazh lahum ajruhum (لَهُمْ أَجْرُهُمْ) artinya : bagi mereka pahala mereka, sedangkan ‘inda rabbihim (عِنْدَ رَبِّهِمْ) artinya : di sisi Tuhan mereka. Maksudnya adalah pemberian Allah SWT nanti di alam akhirat dan bukan di dunia ini. Sehingga keuntungannya memang ada dua, yaitu duniawi dan juga ukhrawi.
وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Lafazh yahzanun (يَحْزَنُونَ) dari akar kata (حَزِنَ - يَحْزَنُ) yang berarti sedih dan lawan dari bahagia. Sedih adalah kondisi hati tidak tenang berkaitan dengan perkara di masa lampau.
Kata khauf atau takut disebut secara beriringan dengan sedih dalam bentuk negatif sebanyak 16 kali, dan kesemuanya menjelaskan keadaan orang-orang mukmin yang beramal saleh di surga. Mereka tidak lagi merasa takut dan sedih seperti yang mereka alami di dunia.
Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, bila Allah berjanji menghilangkan perasaan sedih dan takut dari orang sebagai balasan melakukan suatu perbuatan, maka janji ini menunjukkan legalitas perbuatan tersebut yang berkisar antara hukum wajib dan sunnah.
SOAL LATIHAN