Lafazh wa-hum (وَهُمْ) artinya dan mereka, sedangkan makna la yuzhlamun (لَا يُظْلَمُونَ) artinya : tidak dizhalimi.
Semua amal kebaikan di dunia ini tidak ada yang luput dari pahala dan balasan kebaikan dari Allah SWT, tidak ada yang tersia sia apalagi terzhalimi.
Menurut riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas, ayat ini adalah ayat yang terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Jibril as berkata kepada Rasulullah saw, "Letakkanlah ayat ini antara ayat: Wa in kana dzu 'usratin .... surat Al-Baqarah ayat 280 dan ayat: "Ya ayyuhallazlna amanii iza tadayantum bi dainin... yaitu surat Al-Baqarah ayat 282).
Disebutkan bahwa Rasulullah saw masih hidup selama 21 hari setelah turunnya ayat ini. Menurut riwayat yang lain beliau wafat 81 hari kemudian.
Perbedaan Pendapat Ulama Tentang Ayat Terakhir Turun
Sebenarnya tentang ayat manakah yang turun terakhir, masih merupakan bentuk perdebatan para ulama ahli tafsir. Di kalangan umat Islam Indonesia, boleh dikatakan yang paling populer ayat terakhir turun adalah Surat Al-Maidah ayat 3.
Ayat ini turun pada waktu Haji Wada’, tepatnya pada hari Wuquf di Arafah tgl 9 Zulhijjah Nabi meninggal tahun berikutnya pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Namun sebenarnya terdapat perbedaan yang cukup banyak di kalangan para ulama. Pendapat ulama berkenaan dengan ayat yang terakhir kali diturunkan begitu banyak, setidaknya ada delapan pendapat yang berbeda, yaitu :
1. Surat Al-Baqarah : 278
Dikatakan bahwa ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat mengenai riba. Hal ini didasarkan pada hadis yang dikeluarkan oleh Bukhari dari Ibnu Abbas, yang mengatkan: ` Ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat mengenai riba`.
آخِرُ آيَةٍ نَزَلَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آيَةُ الرِّبَا
Dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma dia berkata: “Ayat terakhir yang di turunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ayat tentang riba.” (HR. Bukhari)
Yang dimaksdukan ialah firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba.” (QS. Al-Baqarah : 278)
2. Surat Al-Baqarah : 281
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa ayat Al-Qur`an yang terakhir turun adalah firman Allah Ta’ala,
وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ
“Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah : 281)
Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan lain-lain, dari Ibnu Abbas dan Said bin Jubair:
“Ayat Qur`an terakhir turun ialah: ‘Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.’” (QS. Al-Baqarah : 281 ).
3. Surat Al-Baqarah : 282
Ada juga yang bilang bahwa ayat yang terakhir turun ialah mengenai utang. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Said bin al-Musayyab: “Telah sampai kepadanya bahwa ayat Quran yang paling muda di arsy ialah ayat mengenai utang.” Yang dimaksudkan ialah ayat:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (QS. Al-Baqarah : 282).
Bila ketiga riwayat di atas dapat dipadukan, yaitu bahwa ketiga ayat tersebut diturunkan sekaligus seperti tertib urutannya di dalam mushaf karena ayat-ayat itu masih satu kisah. Dengan demikian maka ketiga riwayat tersebut tidak saling bertentangan.
4. Surat An-Nisa’ : 176
Dikatakan pula bahwa ayat yang terakhir kali diturunkan ialah ayat mengenai kalalah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Bukhari berikut ini,
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ آخِرُ سُورَةٍ نَزَلَتْ بَرَاءَةَ وَآخِرُ آيَةٍ نَزَلَتْ : يَسْتَفْتُونَكَ قُلْ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ
“Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq; Aku mendengar Al Bara’ radliallahu ‘anhu berkata: ‘Surat yang terakhir kali turun adalah surat Bara’ah sedangkan ayat yang terakhir kali turun adalah ayat: ‘Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: ‘Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah.’ (An Nisa: 176).”
5. Surat At-Taubah : 128-129
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa yang terakhir turun adalah surat At-Taubah ayat 128 – 129 sampai akhir surah.
وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوا ۚ صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ
Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): "Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?" Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ´Arsy yang agung".
6. Surat Al-Imran Ayat 195
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa yang terakhir turun adalah surat Al-Imran ayat 195.
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik". (QS. Ali Imran : 195)
7. An-Nisa’ Ayat 93
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa yang terakhir turun adalah surat An-Nisa’ ayat 93.
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. An-Nisa : 93)
8. Surat An-Nashr : 1-3
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa yang terakhir turun adalah dari Ibnu Abbas dikatakan surat terakhir yang diturunkan ialah surat An-Nashr.
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, 3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
Qadhi Abu Bakar Al-Baqalani dalam kitab Intisar mengomentari bahwa pendapat ini sama sekali tidakdi sandarkan kepada Nabi SAW, boleh jadi ijtihad atau dugaan saja. Mungkin masing-masing memberitahukan mengenai apa yang terakhir kali didengarnya dari Rasulullah SAW sebelum wafat atau tak seberapa lama sebelum beliau sakit.
Sedang yang lain mungkin tidak secara langsung mendengar dari Nabi. Mungkin juga ayat itu yang dibaca terakhir kali oleh Rasulullah SAW bersama-sama dengan ayat yang turun di waktu itu. Sehingga disuruh untuk menuliskan sesudahnya, lalu dikiranya ayat itulah yang terakhir diturunkan menurut tertib urutannya.