Jilid : 8 Juz : 4 | An-Nisa : 6
An-Nisa 4 : 6
Mushaf Madinah | hal. 77 | Mushaf Kemenag RI

وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا ۚ وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا

Kemenag RI 2019: Ujilah anak-anak yatim itu (dalam hal mengatur harta) sampai ketika mereka cukup umur untuk menikah. Lalu, jika menurut penilaianmu mereka telah pandai (mengatur harta), serahkanlah kepada mereka hartanya. Janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menghabiskannya) sebelum mereka dewasa. Siapa saja (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan siapa saja yang fakir, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang baik. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Cukuplah Allah sebagai pengawas.
Prof. Quraish Shihab: Dan ujilah anak-anak yatim (dalam hal pengelolaan dan penggunaan harta) sampai mereka mencapai pernikahan. Maka jika kamu telah mengetahui adanya pada mereka kecerdasan, maka serahkanlah kepada mereka harta-harta mereka. Dan janganlah kamu menggunakan harta anak-anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah juga kamu) tergesa-gesa membelanjakan harta itu sebelum mereka dewasa. Barang siapa mampu, maka hendaklah menahan diri (menggunakan harta anak-anak yatim) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan (harta itu) menurut cara yang patut. Lalu, apabila kamu menyerahkan harta mereka kepada mereka, maka hendaklah kamu mengadakan persaksian atas (penyerahan harta itu kepada) mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.
Prof. HAMKA: Hendaklah kamu selidiki anak-anak yatim itu, hingga sampai waktunya untuk menikah. Jika kamu tilik pada mereka telah ada kecerdikan, serahkanlah harta mereka kepada mereka. Dan janganlah kamu makan harta itu dengan boros dan cepat-cepat sebelum mereka dewasa. Barangsiapa yang kaya, hendaklah dia menahan diri dan barangsiapa yang fakir, bolehlah makan secara patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta mereka kepada mereka, hendaklah kamu adakan saksi atasnya. Dan cukuplah Allah sebagai Penghitung.

TAFSIR AL-MAHFUZH REFERENSI KITAB TAFSIR
...

وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ

فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ

وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا

وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ

وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ

فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ

وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا

🔐