< 143 | Halaman 144 | 145 >

[6] Al-Anam : 125 (فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Prof. Quraish Shihab : Maka, barang siapa (yang) Allah kehendaki untuk dianugerahi-Nya petunjuk (karena kecenderungan hatinya untuk memperoleh petunjuk), pasti Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa (yang) dikehendaki (Allah swt.) untuk disesatkan-Nya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), pasti Dia menjadikan dadanya sempit lagi sesak, bagaikan sedang mendaki di langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa atas orang-orang yang tidak beriman.
HAMKA : Dan barang siapa dikehendaki Allah hendak memberinya petunjuk, niscaya akan Dia bukakan dadanya buat (menerima) Islam. Dan barang siapa yang Dia kehendaki menyesatkannya, dijadikanlah dadanya sempit picik, seakan-akan dia akan meningkat ke langit. Seperti demikianlah Allah menjadikan kekotoran atas orang-orang yang tidak mau beriman.
3. Tafsir

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

[6] Al-Anam : 126 (وَهَٰذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا قَدْ فَصَّلْنَا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.
Prof. Quraish Shihab : Dan inilah jalan Tuhan Pemeliharamu, (jalan yang) lurus. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci ayat-ayat (keterangan dan bukti kebenaran) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.
HAMKA : Dan inilah jalan Tuhan engkau, yang lurus. Sesungguhnya telah Kami jelaskan ayat-ayat Kami kepada kaum yang mau ingat.
3. Tafsir

وَهَٰذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ

[6] Al-Anam : 127 (لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَهُوَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dialah pelindung mereka karena apa (amal kebajikan) yang mereka kerjakan.
Prof. Quraish Shihab : Untuk mereka (disediakan) negeri aman pada sisi Tuhan Pemelihara mereka dan Dia-lah Pelindung mereka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.
HAMKA : Bagi mereka adalah negeri yang sejahtera di sisi Tuhan mereka dan Dialah penolong mereka, dengan sebab apa yang mereka amalkan.
3. Tafsir

لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

[6] Al-Anam : 128 (وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin, kamu telah sering kali (menyesatkan) manusia.” Kawan-kawan ) mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan ) dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan buat kami.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
Prof. Quraish Shihab : Dan (ingatlah), pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (baik yang taat maupun yang durhaka), Allah berfirman: “Hai golongan jin (yang durhaka)! Sungguh, kamu telah banyak (menyesatkan) manusia,” dan telah berkata bekas kawan-kawan mereka (di dunia) dari golongan manusia: “Tuhan Pemelihara kami! Sebagian kami telah memperoleh kesenangan (sementara) dari sebagian (yang lain) dan kami (bersama para jin durhaka itu) telah sampai kepada batas akhir (kematian) yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Dia berfirman: “Neraka itulah kediaman kamu, dalam keadaan kekal di dalamnya, kecuali apa yang dikehendaki Allah.” Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA : Dan (ingatlah) akan hari, yang akan Dia himpunkan mereka sekalian, “Wahai sekalian golongan jin, sesungguhnya kamu telah mendapat banyak (hasil) dari manusia.” Dan berkata pengikut-pengikut mereka dari (kalangan) manusia, “Wahai Tuhan kami, telah bersenang-senang setengah kami dengan yang setengah dan telah sampai kami kepada ajal kami yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Berfirman Dia, “Nerakalah tempat kamu dalam keadaan kekal di dalamnya.” Kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Sesungguhnya Tuhan engkau adalah Mahabijaksana, lagi Mengetahui.
3. Tafsir

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

[6] Al-Anam : 129 (وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sebagian lainnya, sebagai balasan atas apa yang selalu mereka kerjakan.
Prof. Quraish Shihab : Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim menjadi dekat bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang selalu mereka usahakan.
HAMKA : Dan demikianlah akan Kami iringkan sebagian orang-orang yang zalim itu dengan yang sebagian, lantaran apa yang telah mereka usahakan.
3. Tafsir

وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

[6] Al-Anam : 130 (يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Allah berfirman,) “Wahai golongan jin dan manusia, tidakkah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini?” Mereka menjawab, “(Ya,) kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Namun, mereka tertipu oleh kehidupan dunia. Mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang kafir.
Prof. Quraish Shihab : Hai golongan jin dan manusia! Apakah belum datang kepada kamu para rasul dari kalangan kamu (sendiri), yang menyampaikan (dan menjelaskan) kepada kamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepada kamu terhadap pertemuan kamu dengan hari ini (Hari Kebangkitan)? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi (bahwa Engkau telah mengutus para rasul, dan kami telah melakukan penganiayaan) atas diri kami sendiri.” Kehidupan dunia telah memperdaya mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka (sendiri) bahwa mereka adalah (benar-benar) orang-orang kafir.
HAMKA : “Wahai golongan jin dan manusia, bukankah telah datang kepada kamu beberapa rasul dari (kalangan) kamu, yang menceritakan kepada kamu tentang ayat-ayat-Ku dan telah memberi ancaman kepada kamu dari hal pertemuan hari kamu ini?” Berkata mereka, “Kami telah menyaksikan atas diri-diri kami.” Dan telah tertipu mereka oleh kehidupan dunia dan mereka pun telah menyaksikan atas kesalahan diri-diri mereka bahwa sesungguhnya mereka memang telah menjadi orang-orang yang kafir.
3. Tafsir

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنْفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

[6] Al-Anam : 131 (ذَٰلِكَ أَنْ لَمْ يَكُنْ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Demikian itu (pengutusan para rasul) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri karena kezaliman (mereka), sedangkan penduduknya dalam keadaan belum tahu.
Prof. Quraish Shihab : Yang demikian itu (diutusnya para rasul) adalah karena Tuhan Pemelihara kamu tidaklah membinasakan kota-kota (beserta penduduknya) disebabkan kezaliman (apa pun yang mereka lakukan), sedangkan penduduknya dalam keadaan lengah (tidak tahu dan tidak sadar tentang apa yang dikehendaki Allah swt. dari mereka serta apa dampak dari ketaatan dan pelanggaran mereka).
HAMKA : Demikianlah karena Tuhan engkau tidaklah membinasakan negeri-negeri itu dengan aniaya, sedang penduduknya lalai.
3. Tafsir

ذَٰلِكَ أَنْ لَمْ يَكُنْ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَافِلُونَ

< 143 | 144 | 145 >