| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Dia berfirman, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia (yang lain) untuk membawa risalah dan berbicara (langsung) dengan-Ku. Maka, berpegang teguhlah pada apa yang Aku berikan kepadamu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” |
| Prof. Quraish Shihab : Dia berfirman: “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku telah memilihmu atas manusia untuk membawa risalah- risalah-Ku (pesan dan amanah-Ku) dan firman-Ku, maka berpegang teguhlah kepada apa yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang- orang yang bersyukur. |
| HAMKA : Dia berkata, “Wahai, Musa! Sesungguhnya Aku telah memilih engkau atas sekelian manusia dengan risalah-risalah-Ku dan kalam-Ku. Sebab itu, ambillah apa yang telah Aku berikan kepada engkau itu dan jadilah engkau dari orang-orang yang bersyukur.” |
| 3. Tafsir قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالَاتِي وَبِكَلَامِي فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kami telah menuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) ) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal. Lalu (Kami berfirman kepadanya,) “Berpegang teguhlah padanya dengan sungguh-sungguh dan suruhlah kaummu berpegang padanya dengan sebaik-baiknya. ) Aku akan memperlihatkan kepadamu (kehancuran) negeri orang-orang fasik.” ) |
| Prof. Quraish Shihab : Dan telah Kami tuliskan untuknya pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu, sebagai pelajaran dan penjelasan secara rinci bagi segala sesuatu (yang dibutuhkan oleh Bani Israil pada masa itu), maka ambillah ia (Taurat) dengan teguh dan suruhlah kaummu mengambil yang terbaik darinya (perintahkan mereka melaksanakan kandungannya), kelak Aku perlihatkan kepada kamu negeri orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). |
| HAMKA : Dan, Kami tuliskan untuknya di dalam loh tiap-tiap sesuatu sebagai pengajaran dan penjelasan bagi tiap-tiap sesuatu. Lantaran itu ambillah dia dengan teguh dan perintahkanlah akan engkau magangkan sebagi yang sebaik-baiknya. Akan Aku tunjukkan kepada kamu tempat orang-orang yang berbuat fasik. |
| 3. Tafsir وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku). Jika mereka melihat semua tanda-tanda itu, mereka tetap tidak mau beriman padanya. Jika mereka melihat jalan kebenaran, mereka tetap tidak mau menempuhnya. (Sebaliknya,) jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya. |
| Prof. Quraish Shihab : Aku akan memalingkan dari ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan keagungan)-Ku orang-orang yang sangat angkuh di bumi tanpa haq (alasan yang benar). Jika mereka melihat setiap ayat-(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan (yang membawa kepada) petunjuk (menuju kebenaran dan kebajikan), mereka tidak menjadikannya jalan (yang seharusnya mereka tempuh), tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menjadikannya jalan. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka terhadapnya selalu lalai. |
| HAMKA : Akan Aku palingkan dari ayat-ayat-Ku orang-orang yang takabur di bumi dengan tidak benar dan jika mereka melihat tiap-tiap ayat, mereka tidak mau beriman kepadanya. Dan, meskipun mereka melihat jalan petunjuk, mereka tidak juga (mau) mengambilnya jadi jalan. Namun, jika melihat jalan sesat, mereka ambillah dia jadi jalan. Demikian itu karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka daripadanya adalah lalai. |
| 3. Tafsir سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Bukankah mereka (tidak) akan dibalas, kecuali (sesuai dengan) apa yang telah mereka kerjakan. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan orang-orang yang mendus takan ayat-ayat Kami dan pertemuan (yang dijanjikan Allah swt. di) akhirat, sia-sialah amal-amal mereka. Apakah mereka tidak dibalas melainkan dengan (balasan yang setimpal dengan) apa yang telah mereka kerjakan? |
| HAMKA : Dan, orang-orang yang mendustakan ayat Kami dan pertemuan akhirat, gugurlah segala amalan mereka. Apakah akan dibalas mereka kecuali dengan apa yang mereka amalkan? |
| 3. Tafsir وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai), membuat (sembahan berupa) patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) ) dari perhiasan emas mereka. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan (kebaikan) kepada mereka? (Bahkan,) mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang zalim. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan kaum Musa, sesudah (kepergian)-nya (ke gunung Thur untuk bermunajat kepada Allah swt.), membuat dari perhiasan- perhiasan mereka (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara. Tidakkah mereka melihat bahwa ia (patung anak sapi itu) tidak dapat berbicara kepada mereka dan tidak dapat menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sesembahan) dan mereka adalah orang-orang zalim. |
| HAMKA : Dan, telah mengambil kaum Musa sesudah dia, dari perhiasan mereka seekor anak sapi bertubuh yang memiliki suara. Apakah tidak mereka perhatikan bahwasanya dia tidak bisa bercakap dengan mereka dan tidak (bisa) menunjuki mereka jalan? Mereka mengambilnya (sebagai berhala); dan mereka itu adalah orang-orang yang zalim. |
| 3. Tafsir وَاتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَهُ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْا أَنَّهُ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ اتَّخَذُوهُ وَكَانُوا ظَالِمِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Setelah mereka (sangat) menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka benar-benar sesat, mereka berkata, “Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi.” |
| Prof. Quraish Shihab : 149. Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka sungguh telah tersesat (dari jalan kebenaran), mereka pun berkata: “Jika Tuhan Pemelihara kami benar- benar tidak merahmati kami dan mengampuni kami, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang rugi. |
| HAMKA : Dan, setelah jatuh dari tangan mereka dan mereka lihat bahwasanya mereka telah tersesat, mereka berkata, “Sungguh, jika tidaklah memberi ampun kita Tuhan kita dan tidak merahmati kita, sesungguhnya jadilah kita orang-orang yang rugi.” |
| 3. Tafsir وَلَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا قَالُوا لَئِنْ لَمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ |