< 166 | Halaman 167 | 168 >

[7] Al-A'raf : 138 (وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Kami menyeberangkan Bani Israil (melintasi) laut itu (dengan selamat). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang masih tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa, buatlah untuk kami tuhan (berupa berhala) sebagaimana tuhan-tuhan mereka.” (Musa) menjawab, “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang bodoh.”
Prof. Quraish Shihab : Dan Kami seberangkan Bani Israil ke (suatu tempat, menjauhi) lautan itu, lalu setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tekun menyembah berhala-berhala kepunyaan mereka, mereka (Bani Israil) b
HAMKA :
3. Tafsir

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

[7] Al-A'raf : 139 (إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya apa yang mereka anut (kemusyrikan) akan dihancurkan dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan.
Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya mereka (para penyembah berhala) itu akan dihancurkan apa (kepercayaan) yang sedang mereka anut, dan akan batal (tidak bermanfaat sedikitpun) apa yang selalu mereka kerjakan.
HAMKA : Sesungguhnya mereka itu akan dibinasakanlah keadaan mereka dan batallah apa yang mereka kerjakan itu.
3. Tafsir

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

[7] Al-A'raf : 140 (قَالَ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Dia (Musa) berkata (kepada kaumnya), “Apakah aku mencarikan untukmu tuhan selain Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu)?”
Prof. Quraish Shihab : Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Patutkah aku mencari Tuhan selain Allah untuk kamu, padahal Dia-lah yang telah melebihkan kamu atas seluruh alam (umat di masanya).”
HAMKA : Apakah yang selain dari Allah akan aku carikan untuk menjadi Tuhan? Padahal Dia telah memuliakan kamu daripada sekelian manusia.
3. Tafsir

قَالَ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

[7] Al-A'raf : 141 (وَإِذْ أَنْجَيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari para pengikut Fir‘aun yang menyiksa kamu dengan siksaan yang paling buruk. Mereka membunuh anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhanmu.
Prof. Quraish Shihab : Dan (ingatlah), ketika Kami menyelamatkan kamu dari para pengikut Firaun; mereka menimpakan kepada kamu seburuk-buruk siksa, mereka membunuh anak-anak kamu yang laki-laki dan membiarkan hidup (anak-anak kamu yang) perempuan (untuk disiksa dan dilecehkan). Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang sangat besar dari Tuhan Pemelihara kamu.
HAMKA : Dan (ingatlah) tatkala Kami telah menyelamatkan kamu dari keluarga Fir’aun padahal mereka sedang menyakiti kamu dengan sejahat-jahat siksaan. Mereka bunuh anak-anak laki-laki kamu dan mereka biarkan hidup perempuan-perempuan kamu sedang pada yang demikian itu adalah suatu bala yang amat besar dari Tuhan kamu.
3. Tafsir

وَإِذْ أَنْجَيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۖ يُقَتِّلُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

[7] Al-A'raf : 142 (وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Kami telah menjanjikan Musa (untuk memberikan kitab Taurat setelah bermunajat selama) tiga puluh malam. Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi). Maka, lengkaplah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Musa berkata kepada saudaranya, (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Prof. Quraish Shihab : Dan telah Kami janjikan kepada Musa (untuk bermunajat kepada Kami dan Kami akan menganugerahkan kitab Taurat sesudah berlalu waktu) tiga puluh malam, dan Kami menyempurnakannya dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhan Pemeliharanya, (yaitu) empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah engkau mengikuti jalan para pembuat kerusakan.”
HAMKA : Dan (ingatlah) telah Kami janjikan kepada Musa tiga puluh malam dan telah Kami cukupkan dia dengan sepuluh lagi sehingga sempurnalah dengan (tambahan) itu, waktu perjanjian dari Tuhannya itu empat puluh malam. Dan, berkatalah Musa kepada saudaranya Harun, “Gantikanlah aku pada kaummu dan berbuat baiklah dan jangan engkau ikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.”
3. Tafsir

وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ

[7] Al-A'raf : 143 (وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Ketika Musa datang untuk (bermunajat) pada waktu yang telah Kami tentukan (selama empat puluh hari) dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” Dia berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka, ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) pada gunung itu, ) gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Maha Suci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.”
Prof. Quraish Shihab : Dia berfirman: “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku telah memilihmu atas manusia untuk membawa risalah-risalah-Ku (pesan dan amanah-Ku) dan firman-Ku, maka berpegang teguhlah kepada apa yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.”
HAMKA : Dan, tatkala Musa telah datang di waktu yang telah Kami tentukan itu dan telah bercakap Tuhannya kepadanya, berkatalah dia, “Ya Tuhanku! Tunjukkanlah diri-Mu, aku ingin melihat Engkau.” Dia bersabda, “Sekali-kali engkau tidak akan dapat melihat Aku. Namun, lihatlah ke gunung itu; jika dia telah tetap pada tempatnya maka engkau akan melihat Daku. Maka, tatkala Tuhannya telah menunjukkan diri pada gunung itu maka menjadi hancurlah dia dan tersungkurlah Musa, pingsan. Setelah dia sadar, berkatalah dia, “Mahasuci Engkau. Aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama sekali beriman.”
3. Tafsir

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

< 166 | 167 | 168 >