| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang pencatat, hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Akan tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Janganlah kamu menyembunyikan kesaksian karena siapa yang menyembunyikannya, sesungguhnya hatinya berdosa. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. |
| Prof. Quraish Shihab : Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang penulis, maka (hendaklah ada) barang tanggungan yang dipegang (oleh yang memberi utang). Tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhan Pemeliharanya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa menyembunyikannya, maka sesungguhnya dia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. |
| HAMKA : Dan jlka kamu di dalam perjalanan, sedang kamu tidak mendapat seorang penulls maka hendaklah kamu pegang barang-barang agunan. Akan tetapi, jika percaya yang setengah kamu akan yang setengah maka hendaklah orang yang diserahi amanah itu menunaikan amanahnya, dan hendaklah takwa kepada Allah, Tuhannya. Dan, janganlah kamu sembunyikan kesaksian. Dan, barangsiapa yang menyembunylkan (kesaksian) itu maka sesungguhnya telah berdosalah hatinya. Dan, Allah mengetahul apa yang kamu kerjakan. |
| 3. Tafsir وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ ۚ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
| Prof. Quraish Shihab : Milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Jika kamu menampakkan apa yang ada dalam hati kamu atau kamu menyembunyikannya, (pasti) Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang (perbuatan kamu) itu. Maka, Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya (bagi yang menyesali perbuatannya, dan bertekad untuk tidak mengulangi dan memohon ampunan) dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya (bagi yang tetap bergelimang dalam dosa); dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
| HAMKA : Kepunyaan Allah apa yang di semua langit dan apa yang di bumi. Dan, jika kamu tampakkan apa yangdihatikamu ataupun kamu sembunyikan, tetapi Allah akan memperhatikannya jua. Maka, akan diberi ampun-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki dan akan disiksa-Nya barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa. |
| 3. Tafsir لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.” |
| Prof. Quraish Shihab : Rasul (Nabi Muhammad saw.) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhan Pemeliharanya, demikian pula orang-orang mukmin. Semua telah beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari para rasul-Nya,” dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat. Kami (memohon) ampunan-Mu, Tuhan Pemelihara kami, hanya kepada Engkau-lah tempat kembali.” |
| HAMKA : Rasul itu percaya kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan ( demikian juga) orang-orang yang beriman. Tiap-tiap mereka percaya kepada Allah dan Malaikat-Nya dan kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Tidaklah Kami membeda-bedakan di antara seorang ( dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya. Dan, mereka pun berkata, "Kami dengar dan kami taati. Ampunan-Mu, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali." |
| 3. Tafsir آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.” |
| Prof. Quraish Shihab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Baginya (pahala dari) apa (kebajikan) yang telah diusahakannya, dan baginya (siksa dari) apa (kejahatan) yang diusahakannya. (Mereka berdoa): “Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami (beban) yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami (memikul)-nya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka menangkanlah kami atas kaum kafir.” |
| HAMKA : Tidaklah Allah memberati suatu diri melainkan sekadar terpikul olehnya. Dia akan mendapat pahala dari apa yang dia usahakan dan akan mendapat siksa atas apa yang dia usahakan pula. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau tuntut kami di atas kealpaan kami dan kekeliruan kami. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan ke atas kami siksa, sebagaimana yang pemah Engkau pikulkan atas orang-orang yang sebelum kami. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau timpakan ke atas kami perintah yang tidak bertenaga kami dengan dia, dan maafkanlah (dosa-dosa) kami dan ampunilah kami dan kasihanilah kami; Engkaulah penolong kami. Maka, tolonglah kami atas mengalahkan kaum yang tidak mau percaya. |
| 3. Tafsir لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ |