< 163 | Halaman 164 | 165 >

[7] Al-A'raf : 105 (حَقِيقٌ عَلَىٰ أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Wajib atasku tidak mengatakan (sesuatu) terhadap Allah, kecuali yang hak (benar). Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka, lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku.”
Prof. Quraish Shihab : Wajib atasku tidak mengatakan (sesuatu) terhadap Allah, kecuali yang haq (benar). Sungguh, aku datang kepada kamu dengan membawa bukti yang nyata (berupa aneka mukjizat yang bersumber) dari Tuhan Pemelihara kamu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku (menuju Bait al-Maqdis).
HAMKA : Betul-betul aku tidak mengatakan melainkan yang benar. Sesungguhnya aku datang kepada kamu dengan keterangan dari Tuhan kamu maka biarkanlah bersama aku Bani Israil itu.”
3. Tafsir

حَقِيقٌ عَلَىٰ أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

[7] Al-A'raf : 106 (قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Dia (Fir‘aun) berkata, “Jika benar engkau membawa suatu bukti, tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar.”
Prof. Quraish Shihab : Dia (Firaun) berkata: “Jika benar engkau telah membawa suatu bukti, maka datangkanlah (bukti itu) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
HAMKA : Dia berkata, “Jika adalah kedatangan engkau ini dengan suatu ayat maka datangkanlah dia jika adalah engkau dari orang-orang yang benar.”
3. Tafsir

قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

[7] Al-A'raf : 107 (فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata.
Prof. Quraish Shihab : Maka, dia (Nabi Musa as.) melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba ia (berubah menjadi) ular yang nyata.
HAMKA : Maka, dilemparkanlah tongkatnya lalu tiba-tiba dia menjadi satu ular yang nyata.
3. Tafsir

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ

[7] Al-A'raf : 108 (وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Dia menarik tangannya, tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat(-nya).
Prof. Quraish Shihab : Dan dia menarik tangannya (dari dalam lubang leher bajunya), lalu tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih bercahaya (yang tampak jelas) bagi orang-orang yang melihat-(nya).
HAMKA : Dan, dia kembangkan tangannya lalu tiba-tiba dia putih kelihatan bagi orang-orang yang melihat.
3. Tafsir

وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

[7] Al-A'raf : 109 (قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Para pemuka kaum Fir‘aun berkata, “Sesungguhnya orang ini benar-benar penyihir yang sangat pandai.
Prof. Quraish Shihab : Para pemuka dari kaum Firaun berkata: “Sesungguhnya ini (Nabi Musa as.) benar-benar adalah penyihir yang sangat pandai.
HAMKA : Berkata pemuka-pemuka dari kaum Fir’aun itu, “Sesungguhnya dia ini adalah seorang ahli sihir yang berpengetahuan.
3. Tafsir

قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ

[7] Al-A'raf : 110 (يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ فَمَاذَا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Dia hendak mengusir kamu dari negerimu.” (Fir‘aun berkata,) “Maka, apa saran kamu?”
Prof. Quraish Shihab : Dia (Nabi Musa as.) hendak mengeluarkan kamu dari negeri kamu. Maka, apakah yang kamu perintahkan?”
HAMKA : Dia hendak mengeluarkan kamu dari bumi kamu; apakah yang akan kamu perintahkan?
3. Tafsir

يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ ۖ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

[7] Al-A'raf : 111 (قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Mereka (para pemuka) itu menjawab, “Beri tangguhlah dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para penyihir)
Prof. Quraish Shihab : Mereka (para pemuka kaum Firaun) berkata: “Beri tangguhlah dia dan saudaranya (Nabi Harun as.) serta kirimlah ke kota-kota (beberapa orang yang) akan mengumpulkan (para ahli sihir),
HAMKA : Mereka berkata, “Berilah dia dan saudaranya kesempatan dan kirimlah (utusan-utusan) ke kota-kota buat mengumpulkan orang.
3. Tafsir

قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ

[7] Al-A'raf : 112 (يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (agar) mereka membawa semua penyihir yang pandai kepadamu.”
Prof. Quraish Shihab : (supaya) mereka membawa kepadamu semua penyihir yang sangat pandai.”
HAMKA : Nanti mereka akan datang kepada engkau dengan tiap-tiap ahli sihir yang berpengetahuan.”
3. Tafsir

يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ

[7] Al-A'raf : 113 (وَجَاءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوا إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Para penyihir datang kepada Fir‘aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami benar-benar akan mendapat imbalan jika kami menang?”
Prof. Quraish Shihab : Dan datanglah para penyihir itu kepada Firaun mengatakan: “(Apakah) kami benar-benar akan memperoleh upah, jika sesungguhnya kami yang (menjadi) para pemenang?”
HAMKA : Dan, datanglah ahli-ahli sihir itu kepada Fir’aun dan mereka berkata, “Sesungguhnya tentulah untuk kami ada upah jika adalah kami yang menang.”
3. Tafsir

وَجَاءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوا إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ

[7] Al-A'raf : 114 (قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan sesungguhnya kamu pasti termasuk orang-orang yang didekatkan (kedudukannya kepadaku).”
Prof. Quraish Shihab : Dia (Firaun) berkata: “Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar (akan) termasuk orang-orang yang didekatkan (kedudukannya padaku).”
HAMKA : Dia jawab, “Ya! Bahkan kamu akan jadi orang-orang yang didekatkan.”
3. Tafsir

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

[7] Al-A'raf : 115 (قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Mereka (para penyihir) berkata, “Wahai Musa, engkaukah yang akan melemparkan (lebih dahulu) atau kami yang melemparkan?”
Prof. Quraish Shihab : Mereka (para penyihir) berkata: “Wahai Musa! Engkau yang melemparkan (terlebih dahulu), dan bisa (juga) kami yang menjadi pelempar.”
HAMKA : Mereka berkata, “Hai Musa! Engkaukah yang akan melempar kart (lebih dahulu) atau kamikah yang akan terlebih dahulu melemparkan?”
3. Tafsir

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ

[7] Al-A'raf : 116 (قَالَ أَلْقُوا فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka, ketika melemparkan (tali-temali), mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut. Mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).
Prof. Quraish Shihab : Dia (Nabi Musa as.) menjawab: “Lemparkanlah (terlebih dahulu apa yang hendak kamu lempar)!” Maka, ketika mereka melemparkan (tali temali itu), mereka menyihir mata orang banyak (tali temali terlihat bagaikan ular-ular yang bergerak dan bertumpuk satu sama lain) dan menjadikan mereka sangat takut, dan mereka (para penyihir itu) mendatangkan sihir yang sangat besar.
HAMKA : Dia jawab, “Lemparkanlah!” Maka tatkala telah mereka lemparkan, mereka sihirilah mata manusia dan mereka pertakut-takuti mereka dan datangkanlah mereka dengan sihir yang besar.
3. Tafsir

قَالَ أَلْقُوا ۖ فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ

[7] Al-A'raf : 117 (وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ )

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.
Prof. Quraish Shihab : Dan telah Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan apa yang mereka bohongkan (yakni sihir dan sulap yang mereka lakukan).
HAMKA : Dan, Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu itu!” Tiba-tiba ditelannya apa yang mereka pertunjukkan itu.
3. Tafsir

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

[7] Al-A'raf : 118 (فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Maka, terbuktilah kebenaran dan sia-sialah segala yang mereka kerjakan.
Prof. Quraish Shihab : Maka, nyatalah yang haq (benar dan mantap) dan batallah apa yang selalu mereka kerjakan.
HAMKA : Maka tetaplah yang benar dan batallah segala apa yang mereka berbuat itu.
3. Tafsir

فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

[7] Al-A'raf : 119 (فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.
Prof. Quraish Shihab : Maka mereka (para penyihir) dikalahkan di tempat itu dan berbaliklah mereka menjadi orang-orang yang hina.
HAMKA : Lantaran itu, kalahlah mereka semua di sana dan berbaliklah mereka menjadi kecil.
3. Tafsir

فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ

[7] Al-A'raf : 120 (وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Para penyihir itu tersungkur dalam keadaan sujud. )
Prof. Quraish Shihab : Dan para penyihir itu disungkurkan (oleh rasa takut kepada Allah swt. dan oleh rasa kagum pada mukjizat Nabi Musa as.) dalam keadaan bersujud (kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai tanda syukur dan juga tanda berlepas diri dari kekufuran dan kepatuhan kepada Firaun).
HAMKA : Dan, tunduklah ahli-ahli sihir itu bersujud.
3. Tafsir

وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ

< 163 | 164 | 165 >