| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki. Seandainya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan bahaya tidak akan menimpaku. Aku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Aku tidak memunyai sedikit pun kekuasaan untuk mendatangkan bagi diriku manfaat dan tidak pula menolak mudharat, kecuali apa yang dikehendaki Allah. Dan jika seandainya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku memperbanyak kebajikan dan aku tidak akan disentuh keburukan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa kabar gembira bagi kaum yang beriman.” |
| HAMKA : Katakanlah, “Tidaklah aku kuasa mendatangkan manfaat atas diriku sendiri dan tidak pula menolak bahaya, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Dan, kalau adalah aku mengetahui yang ghaib, niscaya telah aku kumpulkan harta yang banyak-banyak dan tentulah tidak akan menimpa aku sesuatu kesusahan. Tidaklah aku ini melainkan pemberi ancaman dan warta gembira bagi kamu yang beriman.” |
| 3. Tafsir قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan darinya Dia menjadikan pasangannya agar dia cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Kemudian, setelah ia mencampurinya, dia (istrinya) mengandung dengan ringan. Maka, ia pun melewatinya dengan mudah. Kemudian, ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) memohon kepada Allah, Tuhan mereka, “Sungguh, jika Engkau memberi kami anak yang saleh, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” ) |
| Prof. Quraish Shihab : Dialah Yang menciptakan kamu (keturunan Nabi Adam as.) dari diri yang satu dan darinya Dia menjadikan pasangannya, supaya dia merasa tenang (dan cenderung) kepada pasangannya. Maka setelah dicampurinya, dia mengandung kandungan yang ringan, dan itu berlangsung (dalam keadaan ringan) dengannya beberapa waktu lamanya. Lalu ketika dia merasa berat, keduanya bermohon kepada Allah, Tuhan Pemelihara mereka berdua: “Demi kekuasaan dan kebesaran-Mu! Jika Engkau menganugerahi kami (anak) yang sempurna, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur.” |
| HAMKA : Dialah yang telah menciptakan kamu daripada diri yang satu, dan Dia jadikan daripadanya istrinya, supaya dia merasa tenang dengan dia. Maka, tatkala dia telah mencampurinya, mengandunglah dia satu kandungan yang ringan lalu dia terus dengan dia. Maka, tatkala telah berat, berdoalah keduanya kepada Allah, “Sesungguhnya jika Engkau anugerahi kami anak laki-laki yang baik, akan jadilah kami daripada orang-orang yang bersyukur.” |
| 3. Tafsir هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kemudian, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah ) dalam (penciptaan) anak yang telah Dia anugerahkan kepada mereka. Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. |
| Prof. Quraish Shihab : Maka, ketika Allah menganugerahi keduanya (pasangan itu, anak) yang sempurna, maka keduanya menjadikan bagi-Nya sekutu-sekutu (yang mereka anggap sebagai pemberi anugerah) terhadap apa (anak) yang telah dianugerahkan Allah kepada keduanya (yakni, mereka tidak bersyukur). Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka sekutukan. |
| HAMKA : Maka, tatkala Dia telah memberikan kepada keduanya putra yang baik, mereka adakanlah bagi-Nya sekutu-sekutu dalam hal apa yang telah Dia berikan itu. Mahasucilah Allah dari apa yang mereka persekutukan itu. |
| 3. Tafsir فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آتَاهُمَا ۚ فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, padahal ia (berhala) sendiri diciptakan? |
| Prof. Quraish Shihab : Apakah mereka menyekutukan apa yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun, sedangkan mereka (sekutu-sekutu itu) diciptakan oleh manusia? |
| HAMKA : Apakah mereka persekutukan apa-apa yang tidak menjadikan sesuatu padahal merekalah yang dijadikan? |
| 3. Tafsir أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada mereka (para penyembahnya) dan (bahkan) kepada dirinya sendiri pun ia tidak dapat memberi pertolongan. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan mereka (sekutu-sekutu itu) tidak mampu memberi mereka (para penyembahnya) pertolongan, dan kepada diri mereka sendiri pun mereka tidak dapat menolong. |
| HAMKA : Dan, tidaklah mereka sanggup menolong mereka dan diri mereka sendiri pun tidak bisa mereka tolong? |
| 3. Tafsir وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Jika kamu (orang-orang musyrik) menyeru mereka (berhala-berhala itu) untuk memberi petunjuk kepadamu, mereka tidak akan memenuhi seruanmu. Sama saja (hasilnya) buatmu, apakah kamu menyeru mereka atau berdiam diri. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan jika kamu (orang-orang musyrik) menyeru mereka (sekutu-sekutu) kepada petunjuk, tidaklah mereka mengikuti kamu, sama saja bagi kamu apakah kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri. |
| HAMKA : Dan, jika kamu ajak mereka kepada petunjuk, tidaklah mereka mau menuruti kamu. Sama saja atas kamu, apakah kamu ajak mereka atau pun kamu berdiam diri. |
| 3. Tafsir وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) seperti kamu. Maka, serulah mereka, lalu biarlah mereka memenuhi seruanmu, jika kamu orang yang benar. |
| Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah para hamba yang serupa kamu. Maka serulah mereka, lalu biarkanlah mereka memperkenankan (permohonan) untuk kamu, jika kamu orang-orang yang benar. |
| HAMKA : Sesungguhnya yang kamu seru selain dari Allah itu adalah hamba-hamba seperti kamu juga. Maka, (cobalah) kamu seru mereka supaya memperkenankan permohonan kamu, jika adalah kamu orang-orang yang benar. |
| 3. Tafsir إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Apakah mereka (berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, ) mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku dan jangan kamu tunda lagi. |
| Prof. Quraish Shihab : Apakah mereka mempunyai kaki yang dengannya mereka berjalan, atau tangan yang dengannya mereka memegang dengan keras, atau mata yang dengannya mereka melihat, atau telinga yang dengannya mereka mendengar? Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Panggillah sekutu-sekutu kamu, kemudian lakukanlah tipu daya terhadapku dengan segera tanpa memberi tangguh kepadaku.” |
| HAMKA : Apakah ada pada mereka kaki yang mereka berjalan dengan dia? Atau adakah pada mereka tangan yang mereka meninjun dengan dia? Atau adakah bagi mereka mata yang mereka melihat dengan dia? Atau adakah bagi mereka telinga yang mereka mendengar dengan dia? Katakanlah, “Serulah sekutu-sekutu kamu itu, kemudian itu cobakanlah tipu dayamu kepada-Ku maka cobalah, jangan Aku diberi tempo.” |
| 3. Tafsir أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ |