Rumah Fiqih Indonesia

📖 FIKRAH

Singapura Lebih Islami dari Indonesia ?

Kata orang yang pernah berkunjung, jalan-jalan atau plesiran ke Singapura, ternyata Singapura lebih islami daripada Indonesia, padahal orang Islamnya sedikit cuma sekitar 15% aja dari penduduk negara tersebut. Benarkah statemen ini ?
Kata orang yang pernah berkunjung, jalan-jalan atau plesiran ke Singapura, ternyata Singapura lebih islami daripada Indonesia, padahal orang Islamnya sedikit cuma sekitar 15% aja dari penduduk negara tersebut. Alasannya karena Singapura lebih bersih dari Indonesia, kan kebersihan itu ajaran Islam, Annazhofatu minal iman, disana warganya tertib buang sampah.

Beda dengan di Indonesia, sering bilang kesana-kemari kebersihan itu sebagian dari iman tapi penduduknya jorok-jorok, buang sampah sembarangan, ceboknya di kali, apalagi WC masjidnya banyak yang bau dan kotor.

Coba lihat bagaimana di Singapura, jalanannya bersih dari sampah, WC-nya juga bersih, wangi dan kinclong, misalnya itu WC ditidurin juga tidak masalah katanya.

Memang kebersihan itu salah satu dari nilai-nilai Islam, tapi rasanya kurang fair kalau cuma kebersihan aja yang dijadikan tolak ukur islami atau tidak islami, padahal masih banyak nilai-nilai yang lain...

Rasanya agak berlebihan kalau hanya karena Singapura bersih lalu disebut islami. Emangnya kebersihan aja yang satu-satunya nilai Islam? Kebersihan itu lebih bersifat universal, untuk menjadi bersih orang tidak harus sebagai muslim...

Mau sebersih apapun WC di Singapura tapi kalau yang masuk bukan orang islam tetap aja yang masuk tidak baca doa, yang orang islam saja sering lupa baca doa masuk WC, memang Singapura bersih dan bersih sesuai dengan ajaran Islam...

Tapi disana judi dilegalkan, ada tempat pelacuran, ada juga tempat pencucian uang hasil berbagai kejahatan, satu lagi Singapura juga jadi tempat pelarian para koruptor Indonesia yang kabur. Seperti para koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), bahkan ada diantara mereka yang sudah jadi warga negara tersebut.

So, jangan terburu-buru mengklaim sebuah kelompok atau komunitas di luar Islam dengan mengatakan “lebih Islami” daripada orang Islam. Belum tentu orang Singapura yang tidak beragama Islam rela jika mereka disebut lebih islami daripada orang Islam di Indonesia, wong mereka bukan orang Islam kok.

Jangan-jangan mereka bisa marah jika dibilang lebih islami dari orang Islam, kenapa? Karena bisa jadi apa yang mereka lakukan bukan karena mengerjakan ajaran Islam, tetapi karena mengerjakan aturan pemerintahnya atau mengamalkan ajaran agama mereka.

Orang Singapura yang tidak beragama Islam tidak pernah mengucapkan syahadat dan tidak beriman kepada rukun iman serta tidak mengenal syariah islamiyah. Lalu bagaimana mungkin mereka dikatakan lebih Islami daripada orang Islam?

Wallahu a’lam


Berita Fikrah Terbaru

Lihat Semua Artikel »